Nasib Negeri ini

Fiksi Mini 100 kata Nur Muhammadian

 

Tubuh itu tergeletak tak bernyawa, hancur berdarah.

“Dikeroyok massa…”

“Padahal cuma kabur membawa lima nasi bungkus yang tidak dibayarnya”

“Aku mengenalnya rajin sholat di masjid, rajin juga membersihkan masjid”

Tiba-tiba menyeruak kerumunan seorang perempuan bersama tiga orang anak, menubruk dan menangisi jenasah itu. Mereka sangat kurus dan tampak sakit.

Di ruang dalam seorang petugas memasukkan uang segebog ke dalam laci setelah menandatangai Surat Penetapan Penghentian Penyidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s