Maaf Bang….

Fiksi Mini 100 kata Nur Muhammadian


“Maaf bang…Maaf bang…”

“Sejak sadar dia merintih seperti itu”

Mata adikku yang berusia tiga tahun masih terpejam, kepalanya dibalut perban.

”Dia sangat mencintaimu, selalu ingin bersamamu. Motor itu tidak sempat menghindari tubuhnya yang menghambur ke jalan mengejar bolamu”

Mataku panas, berair.

”Setiap kau sekolah dia selalu memainkan bola milikmu.Dia ingin pintar main bola biar kau mau mengajaknya main. Tapi sebelum siang dikembalikannya karena takut kaumarahi kalau kau tahu”

Terbayang sebalku saat adikku memaksa ikut main bola, atau memaksaku main boneka bersamanya. Matanya yang berbinar akan berair saat kubentak.
Air sesalku menetes. Aku ingin mata yang terpejam itu berbinar lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s