Mulai Dari Yang Kecil

Aku punya satu kebiasaan yang kutiru dari kebiasaan sahabatku Pak Joko. Bila berjalan dengan dia sering menunduk atau jongkok sekedar memungut sesuatu. Saat aku perhatikan lebih cermat ternyata dia memungut paku, baut, kawat atau benda-benda kecil tajam sejenis. Aku sadar bahwa di agama juga diajarkan untuk menyingkirkan benda-benda yang berpotensi mencelakai orang lain, tetapi selama ini aku jarang banget, hampir tak pernah menemui orang yang serius dan konsisten menjalankan amal ibadah itu, bahkan aku sendiripun tidak pernah dengan sengaja, sadar, niat memperhatikan jalan untuk mencari benda-benda tajam dan memungutnya. Kalau nggak sengaja melihat sich pernah, itupun tidak selalu diikuti dengan proses memungut.

“Aku nggak niat cari paku kok pak…! Tapi nggak tahu, selalu saja mata ini nemu, dan nggak enak banget kalau nggak kupungut, seperti ada yang ngganjel”, jawaban pak Joko waktu kukonfirmasi tentang kebiasaannya itu.

Wah benar yang kudengar dari seorang teman, bahwa melakukan perbuatan baik itu kadang-kadang seperti merokok. Saat memulainya terasa tidak enak, malas. Tapi kalau kita paksakan terus, lama kelamaan akan menjadi kebiasaan bahkan kecanduan.

Lha kalau memaksakan diri merokok, yang tidak ada manfaatnya dan banyak ruginya saja banyak orang yang melakukannya, mengapa tidak banyak orang yang memaksakan diri berbuat kebaikan, yang jelas bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain…??

ALHAMDULILLAH, aku mulai terbiasa, dan mengarah kecanduan, meniru kebiasaan pak Joko. Terasa nikmat sekali saat kupungut satu paku.Seakan-akan aku sudah menyelamatkan satu ban mobil.Seakan-akan aku telah membantu menghindarkan seluruh penumpang Angkot dari sebuah kecelakaan karena ban depan Angkotnya pecah tertusuk paku. Sebuah tindakan kecil, murah, tanpa biaya, tidak membutuhkan tenaga banyak, dan dampaknya sangat besar. Tetapi meskipun tindakan kecil, tetap membutuhkan keikhlasan yang tinggi agar dapat menjalankannya dengan konsisten – istiqomah.

Dalam tindakan nyata yang lebih besar, aku menemukan bahwa pak Joko memiliki komitmen yang sangat besar terhadap kewajibannya. Lebih besar dibanding teman-teman yang lain.

“Semua yang kulakukan pasti ada yang mencatat pak. Aku nggak khawatir meskipun secara resmi perusahaan tidak memperhatikan apa yang sudah kulakukan”, jawaban pak Joko saat aku mengingatkan agar dia segera melaporkan dan minta ganti uang pribadinya yang terpakai untuk biaya operasional perusahaan.

Dari hal-hal yang kecil pak Joko telah melatih keikhlasan dan konsistensi.

2 thoughts on “Mulai Dari Yang Kecil

  1. setuju…. mulai dari yg kecil-kecil sampai yg besar-besar…
    kalo semua melakukannya secara bersamaan khan besar juga namanya…😀
    salam hangat selalu

    [nmd] Toss…

  2. wah, iya ya, melatih konsistensi. . musti ikhlas ya pak,
    waduwh, nisa sering gak konsisten nie😦 gawad,,

    hm.. baiklah. . . !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s