Selesai Menulis, Tapi Proses Pembuatannya Belum Selesai

ALHAMDULILLAH, aku berhasil menulis satu lagi cerpen. Proses pembuatan (bukan penulisan) cerpenku yang kedua ini memakan waktu cukup lama, tidak seperti cerpen pertama yang bisa kuselesaikan dalam waktu satu minggu. Dan yang paling lama adalah proses pengendapannya. Bahkan mungkin, meskipun sudah kutulis dan kuposting di Blog ini, dan kukirim ke lomba cerpen, sebenarnya cerpen keduaku ini belum selesai. Karena saat kubaca ulang cerpenku, aku masih merasakan ada yang kurang. Ibarat masakan, ada satu bumbu dan proses memasak yang belum aku lakukan.

Saat kubaca sendiri cerpenku,kurasakan tulisan cerpen keduaku ini kurang menyentuh bila dibanding proses pengendapan yang aku rasakan. Saat proses pengendapan, berkali-kali aku menangis sendiri, terharu, hatiku bergetar. Saat sendirian, tak ada orang yang melihat, aku bahkan sampai menangis tersedu. Kerongkonganku kering dan tenggorokanku sampai sakit.

Aku bagaikan merasakan sendiri, bagaikan kehidupan yang pernah kujalani. Jiwaku larut dalam karakter Rahman, dan Coqi sebagai Arif.

Seperti itukah penulis-penulis lain? Bila hanya menulis cerpen saja perasaanku jadi begitu hanyut dan jiwaku lelah, bagaimana bila menulis novel ?

5 thoughts on “Selesai Menulis, Tapi Proses Pembuatannya Belum Selesai

  1. wah jarang kesini🙂

    Pak gimana kbaranya

    pengen maen ke indosat🙂

    pak banyak lomba nulis lho🙂

    [nmd] Iya lama sekali kita tidak bertemu…

  2. wah, nulis cerpen keliatannya seru euy . . . !! *jadi pingin. . * , biasanya cara dapat idenya gimana nie pak dian?

    [nmd]Ya..itu…saya sendiri gak tahu caranya…muncul sendiri…jadinya ya kurang produktif kalau nunggu muncul ide

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s