Anugerah 2 :Bila nikmat sudah hilang

Malam tadi, malam keduaku di Jakarta, bangun tidur tanpa melihat orang-orang yang kucintai. Sebenarnya ini bukan yang pertama kali, dan aku juga pernah lebih lama berpisah dengan mereka, tetapi kali ini aku ingin merasakan, merekam, menuliskan persaanku saat berpisah dengan orang-orang yang sangat kucintai.

Aku sangat menyesal, saat sedang jauh dari mereka, bahwa aku tidak maksimal menikmati anugerah besar. Bukannya aku tidak bersyukur selama ini, hanya rasa syukurku berkadar standard. Bagaikan mensyukuri nasi putih dan lauk tempe sedangkan hati sedang membayangkan kambing guling.

Saat jauh seperti ini aku merasakan betapa besar nikmat yang selama ini aku terima.

Bangun pagi bertemu dengan Coqi yang bersemangat mengikutiku sholat Shubuh di masjid. Sepulang dari masjid bertemu dengan belahan jiwaku yang sudah sibuk menyiapkan sarapanku dan Coqi. Meskipun tanpa senyum karena masih mengantuk semalaman menidurkan Hanun yang masih agak kacau jam biologisnya, dia tetap terlihat sangat cantik dimataku, bahkan bagiku dia selalu terlihat sangat cantik saat baru bagun tidur.

Kemudian aku harus mendengar cerita Coqi, yang selalu panjang, tentang permainan bola yang dia lihat semalam (padahal aku tidak suka bola) atau tentang politik dan huru-haranya. Sambil mempersiapkan pakaian kerja, aku wajib mendengar seluruh celoteh Coqi, karena dia akan berkata “bapak ndengerin nggak sich..!?”, bila aku terlihat tidak memperhatikan. Setelah mandi, Hanun biasanya sudah bangun. Saat melihatku dia akan tersenyum lebar, menunjukkan giginya yang baru tumbuh empat di atas dan dua di bawah, sambil mengedip-kedipkan matanya.

Ya ALLOH, baru tiga jam sejak bangun tidur Kau sudah anugerahkan hamba dengan selaksa kenikmatan, setiap pagi.

“Fabi Ayyi ‘aala Irobbikuma Tukadzdzibaan”

Ya ALLOH jangan kaubuat hamba baru menyadari kenikmatan anugerahmu setelah hamba kehilangan

2 thoughts on “Anugerah 2 :Bila nikmat sudah hilang

  1. mungkin Coqi mirip teman saya pak, tapi saya selalu menc0ba antusias, dan akhirnya. . . saya yg jd ketagihan ma ocehan teman saya😀, hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s