Belajar Berpikir Ala Jenderal

Pagi ini aku harus menghadiri rapat di Surabaya. Sebenarnya yang diundang adalah para Kepala Divisi dan Kepala Cabang se-Jawa Timur dan Bali Nusa Tenggara. Tetapi karena Kepala Cabang Malang sedang naik Haji aku yang ditunjuk untuk mewakili.

Sebenarnya aku agak malas mengerjakan tugas ini. Kubayangkan rapat ini akan dipenuhi angka-angka target tahun depan dan laporan-laporan progres tahun ini, sangat membosankan. Perasaan malas itu timbul sejak kemarin, karena undangannya baru kuterima kemarin. Seharian kemarin aku disibukkan dengan mengumpulkan laporan dari teman-teman tentang kegiatan-kegiatan yang sudah dan akan dilakukan. Bayangkan saja secara mendadak aku dipaksa mempelajari hal-hal yang tidak pernah aku lakukan dan rencanakan, capek deh….ALHAMDULILLAH sampai jam sembilan malam aku bisa pulang.

Karena sudah dilandasi perasaan malas sejak kemarin, pagi inipun aku berangkat dengan berat hati. “Malas, pangkat kopral kok disuruh mikirin kerjaan jendral”

Pukul delapan pagi tepat kami sudah berkumpul lengkap di ruang rapat. Semua manager menghadap Laptopnya masing-masing, kecuali aku yang hanya berbekal Note Book (benar-benar book). Sesi pertama adalah video conference dengan direktur dari Jakarta.

Ternyata direktur memberikan presentasi tentang leadership. SUBHANALLOH, bagus sekali. Beliau bisa memaparkan teori leadership dalam organisasi dikaitkan dengan nilai-nilai spiritual, Ikhlas-Istiqomah-Sabar-Syukur-Hikmah (Insya ALLOH aku akan membahas lebih dalam di postingan terpisah). Ada tambahan rasa syukur di hatiku, bahwa aku bergabung dalam perusahaan yang tidak hanya memikirkan untung dan manfaat dunia saja. Ada rasa bangga di hatiku bahwa aku dipimpin oleh Imam yang memiliki kecerdasan Intelektual, Emosional dan Spiritual. Dan ada perasaaan menyesal di hatiku, kenapa kemarin sempat malas-segan menghadiri undangan rapat ini.

Aku tidak tahu, apakah setiap kali rapat Kepala Cabang dan Kepala Divisi selalu diisi dengan sesi Leadership Skill Sharing semacam ini. Tapi aku berjanji dalam hati, bahwa aku tidak akan lagi ragu-ragu melaksanakan tugas tambahan dengan bobot level di atasku, level manager. Karena pasti aku akan bertemu dengan orang-orang yang luar biasa yang akan mempengaruhi dan mengubah pola pikirku, menjadi pola pikir orang besar. Meskipun masih Kopral aku akan bisa belajar berpikir dengan Pola Jenderal.

19 thoughts on “Belajar Berpikir Ala Jenderal

  1. jadi inget bukunya Dale Carnegie, Berpikir dan Berjiwa Besar.
    memang kalo ingin menjadi orang besar, harus bisa memposisikan diri sebagai orang besar.
    Saya setuju sekali pak….

    [nmd]Wah buku itu adalah buku pertama saya tentang motivasi. Saya beli tahun1995

  2. Wah… hebat tuch… Selamat..ya
    Dapat pelajaran dan promosi jadi kepala cabang atau kepala divisi.
    Pimpinanmu telah melihat kompetensimu.
    Sebuah pelajaran yang berharga…
    Semoga sukses dan cepat dipromosikan jadi pimpinan.

    [nmd]Amin…Semoga kita semua selalu sukses

  3. waaahh….kadang kita berpikir berat dulu ya pak, hmm…untung bapak yang ditunjuk mewakili, jadi bisa menambah pengalaman dan pengetahuan. Hihihi…mari kita belajar perpikir sebagai Jenderal walau pangkat kita kopral, karena suatu saat pas kita sudah jadi Jenderal tidak kaget dengan pola pikirnya hihihi
    salam pak🙂

    [nmd]Bener mbak, saya sangat bersyukur…

  4. wah mengerti sekali….
    rasa enggan untuk mengikuti rapat
    tapi memang justru di kesempatan-kesempatan semacam itu sebetulnya banyak sekali yang bisa kita pelajari. karena mereka menempati pos di atas itu pasti karena ada “sesuatu” yang dimiliki (meskipun byk yang enggan berbagi)
    Saya juga ingin tahu apa yang dibicarakan boss besar dari jkarta itu.
    EM

    [nmd]Insya Alloh akan tulis pada postingan berikutnya mbak…

  5. Kalau ingin jadi jenderal, harus jadi kopral dulu. kayaknya sudah mulai kena virus orang besar. Awalnya ogah-ogahan saja hasilnya kayak gitu, apalagi kalau berangkatnya semangat. salam buat Lik Cahyo di Kayoon

    [nmd]Insya Alloh pak, kalau bertemu saya sampaikan ke “Jenderal” Cahyo

  6. Dulu waktu masih kerja… Saya juga sering ikut meeting gantikan si superintendent kalo lagi cuti…
    Saya sih aik aja…
    Bisa nambah pengalaman…

    [nmd]Pengalaman yang berharga ya mbak…:)

  7. lah, itu berarti kan dah dipercaya sebagai “jenderal”…..
    bahwa orang lain, bahwa perusahaan menghargai kapasitas mas (ato bapak yach?…😀 )

    salaam..

    [nmd] Terima kasih mbak dewi…Sore ini Malang belum hujan…

  8. wah selamat pak… sya tunggu kabar .. kapan pak dian jadi kepala cabang😀

    [nmd]Target saya bukan jadi Kepala CAbang pak…😀 Tapi bikin perusahaan sendiri bareng teman-teman Bloger….

  9. asyikkkkk bikin perusahaan ngeblog:mrgreen:

    titip doa aja pak buat sudara2 di palestina

    titip doa untuk saudara-sudara dii Palsetine

    Allahumma Unshuril Mujahidina fi filistiin
    Allahumma Unshuril Mujahidina fi filistiin
    Allahumma Unshuril Mujahidina fi filistiin

    [nmd]Amin…Amin…Amin…

  10. Share ya…

    Wah, saya paling semangat kalo diminta ikut rapat dan jadi yang paling yunior. Kan percepatan tuh jika dibandingkan dengan rekan sepantar.

    Waktu masih Management Trainee, saya belajar to think like the owner, biar lulus outstanding.

    Jadi gimana? Udah terbiasa berpikir dan berperilaku layaknya jenderal?

    [nmd]hehehe .. sudah tahu yang dipikirkan jenderal mbak….🙂🙂 …Kepingin jadi mertuanya Jenderal hehehe Lebih powerfull

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s