SUMPAH PEMUDA

“Pak Dian, benderanya pak…Hari Sumpah Pemuda!”, pak RT berteriak dari atas sepedanya. “ASTAGFIRULLOH”, aku bergumam spontan sebagai ekspresi penyesalanku. Sama sekali aku lupa bahwa hari ini adalah hari Sumpah Pemuda. Aku menyesal aku telah melupakan itu. Aku menyesal selama setahun ini, sejak hari Sumpah Pemuda tahun lalu, aku tidak pernah mengenang peristiwa Kongres Pemuda di Jakarta delapan puluh tahun yang lalu.

Dengan bergumam juga aku berusaha mengucapkan Sumpah Pemuda :

“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. ALHAMDULILLAH, aku masih ingat.

Bagaimana dengan para pelajar dan pemuda saat ini? Masihkah mereka mengingat ikrar Sumpah Pemuda? Masihkah mereka diingatkan di sekolahnya? Bukan salah mereka tidak ingat peristiwa Sumpah Pemuda bila memang tidak ada yang menyampaikan ke mereka. Bukan salah mereka bila yang disampaikan kepada mereka hanya teori textbook tanpa ruh, tanpa semangat yang terkandung pada sumpah itu sendiri. Masih adakah semangat itu di dada pendahulu mereka, generasi sebelum mereka?

Coba kita lakukan test kepada para politikus di Dewan Perwakilan Rakyat. Ingatkah mereka kalau hari ini hari Sumpah Pemuda? Hapalkah mereka ikrar Sumpah Pemuda yang benar? Mungkin, atau pasti, ada, atau banyak, di antara mereka tidak ingat bahwa hari ini hari Sumpah Pemuda, dan atau tidak bisa mengucapkan ikrar Sumpah Pemuda dengan benar. “Kita khan menghayati makna dan semangat di dalamnya, tidak harus hapal seluruhnya dengan tepat”, bila ada jawaban seperti itu dari mereka, lalu apa yang mereka hapalkan? Apakah mereka yang tidak hapal ikrar Sumpah Pemuda hapal AL QUR’AN? Kalau tidak, lalu apa yang ada di kepala mereka? Mungkinkah kepala mereka hanya dipenuhi yel-yel partai dan ikrar sumpah setia kepada partai?

Bila seperti itu para perumus hukum di negeri kita, apakah ada harapan bagi Indonesia?

Semoga itu hanya kekhawatiran berlebihan di kepalaku yang masih hapal ikrar Sumpah Pemuda.

4 thoughts on “SUMPAH PEMUDA

  1. sekarang dah pada lupa sumpah pemuda pak… BBM naik yang bikin pusing… btw katanya mau turun – tapi apa mungkin?

    [nmd]BBM mau turun lagi pak…😀

  2. Halo? Jumpa lagi. Salam pemuda, “hidup pemuda!”. Untuk revitalisasi, kata orang-orang perlu Sumpah Pemuda yang baru? Semoga pemuda kian bertambah penting perannya dalam meningkatkan kualitas kehidupan berbangsa, ya. Terima kasih atas kunjungannya.

    Amin…

  3. gimana Pak dian ngoprek blognya… kayaknya ada kode yang salah di widgetnya….

    BTW untuk WP.com kayak ini nggak mau pake scrpit, maunya hanya kode html.. kalo WP.org kayak punya saya yang hmc.web.id mau pake script

    biar ingat… link untuk ngoprek

    panduan.wordpress.com
    afatih.wordpress.com

    [nmd] Terima kasih pak Heri akan saya coba kembali. Pak masih ingin beli modem starone, kami punya penawaran murah pak, hanya 399rb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s