Naik Sepeda 2

Empat Bulan yang lalu aku ‘nekat’ beli sepeda Polygon. Aku pilih yang paling murah, karena aku nggak yakin bisa menaikinya. Memang aku belum pernah bisa naik sepeda. Dulu waktu kelas empat SD aku sempat belajar naik sepeda, tapi belum tuntas. Waktu itu aku terlalu takut untuk meneruskan belajar, takut jatuh. Pada saat usia SMA aku belajar naik motor, dan berhasil. Banyak orang bilang bahwa kalau bisa naik sepeda pasti lebih mudah belajar naik motor, tetapi orang-orang yang bilang itu tidak yakin bahwa orang yang bisa naik motor pasti bisa naik sepeda…mungkin karena jarang sekali terjadi orang langsung bisa naik motor tanpa bisa naik sepeda.. L L

Pada waktu SD, sebulan sekali kami mendapatkan pelajaran olah raga renang. Karena jarak kolam renang dengan sekolahku jauh, maka kami berangkat bersama-sama naik sepeda. Aku harus selalu cari alasan tidak masuk sekolah agar tidak ketahuan kalau aku tidak bisa naik sepeda. Dan efeknya ternyata sangat merugikan, sampai sekarang aku tidak bisa berenang L L

Sepeda baruku diantar sekitar jam tiga sore, saat aku masih di kantor.Aku tidak sabar mencoba sepeda baru…eh mencoba naik sepeda.. J. Malam harinya, bada Isya’, sepeda baru kutuntun keluar ke jalan. Tengok kanan dan kiri, memastikan tidak ada orang. Syukurlah malam itu tetanggaku tidak ada yang nampak, masing-masing asyik menghangatkan diri berlindung dari udara malam Malang yang dingin. Dengan berdebar aku naik ke sepeda dan berusaha mengayuh pedalnya…eh..eh..eh aku kehilangan keseimbangan. Tengok kanan dan kiri lagi, takut ada yang ngetawain. Mumpung tidak ada orang kucoba lagi, begitu pantatku nyampai di sadel langsung pedal kukayuh, agak sedikit oleng tapi aku tetap di atas sepeda. Kukayuh dan kukayuh terus sambil berusaha menyeimbangkan stir. Dan…ALLOHU AKBAR !!! Aku bisa naik sepeda…!! Malam itu aku berputar-putar mengelilingi komplek rumahku. Sebenarnya ingin sekali aku mengelilingi kota Malang, tapi aku masih belum yakin dengan tenagaku, jangan-jangan aku tidak bisa balik ke rumah karena sakit punggung. Perasaanku sangat senang, bahagia. Sambil senyum-senyum sendiri kuparkir sepedaku, masuk rumah dan dengan semangat menyampaikan berita gembira kepada Coqi dan ibunya.

11 thoughts on “Naik Sepeda 2

  1. halo salam kenal, selamat ya, udah sepeda baru dan jalan2nya:mrgreen:

    [nmd]Salam juga mas Deni…. sepedanya sudah saya pakai cari uang alias B2W

  2. Assalamualaikum.. selamat datang di dunia blog. Wah, kapan-kapan kita bisa sharing bersepeda bareng-bareng. Apalagi teman-teman Indosat sudah punya klub sepeda ya,…nanti kita bisa njelajah projo milangkori sambil memantau sinyal Indosat di suatu daerah

    [nmd]Wa’alaikum salam…Terima kasih pak Husnun…Sekarang naik sepeda jadi kebutuhan saya pak…Kalau seminggu aja nggak naik sepeda punggung jadi sakit, terjadi pas lebaran kemarin…

  3. heeeehehhheeee.. jaman begindong,,, masih belajar sepedong…. but salut dech… akhirnya bisa sepeda kayuh…. kapan2 kita pake buat ke MENDEK ya pak (napak tilas baksos kmarenz) menantang tuch rutenya… jangan pake sepeda trail🙂

    [nmd]yaah begitulah…😦 Waduh kemarin saja naik motor ambein saya kambuh…😦😦 Apa kabar mas Syaiful?

  4. salam kenaal🙂
    waaa…bapak,ko beli sepeda murah dengan alasan ga yakin bs menaikinya? *geleng geleng, garuk garuk kepala gaya monyet :D*
    saya udah lama ga naik sepeda, kira2 udah lebih dari 8 tahun dan sekarang saya malah jd ga bisa naek sepeda😀

    [nmd]Salam kenal juga mbak Indah… Sekarang,begitu bisa naik sepeda dan asyik bersepeda, saya menyesal. Penyesalan saya hampir sama dengan saat menikah…kenapa nggak dulu-dulu..😀

  5. weleh weleh…. penyesalan saat menikah itu betul betul memprovokasi yang belum nikah nih😀
    btw motornya nggak dipakai lagi mas…? ^_^

    [nmd] Motornya dipakai kalau harus bepergian berdua (berboncengan)…Makanya buruan nikah bagi yang belum menikah… Aku jadi gemes kalau ada pemuda yang nggak buruan menikah, ibadah yang paling enak ya nikah…😀

  6. Ping-balik: Naik Sepeda 4 : Mencoba Hidup Seimbang « H A T I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s