Anugerah

Coqi The Fighter

Coqi

“Coqi..!! Sholat Shubuh nak..!!” Suaraku berusaha lembut, tapi dengan volume agak tinggi. Coqi terbangun, duduk sambil berusaha membuka matanya. Aku tidak perlu mengulang seruanku, pelan-pelan dia beringsut ke pinggir ranjang, kemudian melorot turun. Dengan mata yang setengah terbuka dia mencari-cari sandal kamarnya, terhuyung tubuh mungilnya menuju kamar mandi. Aku hanya berdiam diri memandangnya, pemandangan yang selalu kutemui setiap pagi, pemandangan indah yang membuatku hanya bisa terdiam, bertahmid dan bertasbih.
Setelah siap dengan baju koko, sarung khusus (kami jahitkan khusus dengan menambah tali kolor sehingga mempermudah memakainya), dan songkoknya, Coki menggandengku menuju masjid, tanpa keluhan ataupun ekspresi malas di wajahnya, bahkan seringkali di perjalanan dia berceloteh menceritakan mimpinya malam tadi.

Banyak orang memujiku : mendidik anak sehingga jadi rajin beribadah seperti Coqi, tapi aku tidak pantas mendapatkan pujian. Aku merasa tidak melakukan sesuatu yang khusus atau luar biasa dalam mendidik Coqi. Seingatku, sejak lahir Coqi tidak pernah membantahku ataupun merajuk di depanku. Pasti Coqi adalah anugerah bagiku, wujud betapa besar cinta ALLOH kepadaku.

3 bulan lagi INSYA ALLOH akan lahir adik Coqi, anakku yang kedua. Aku selalu mengingatkan diriku sendiri dan istriku, bahwa anak kedua belum tentu punya sifat yang sama dengan Coqi, dan kami tidak boleh membanding-bandingkannya. Kami selalu berdoa memohon dianugerahi anak-anak yang sholih dan penyejuk mata kami.ALLOH sudah mengabulkannya, melalui Coqi. Semoga RAHMAT ALLOH tidak akan pernah putus untuk kami.

Jaksa Agung suprapto Malang, 19 Nopember 2007

5 thoughts on “Anugerah

  1. wah dah lama ngeblognya😀 baru tahu Pak😀

    [nmd]Nulisnya sudah lama pak, tapi ngeblognya baru bulan ini…Malah pernah satu buku ada yang saya buang gara-gara patah hati hehehehe😀

  2. jangan patah hati lagi ya pak… si coqi tuh yang suruh nulis dan posting – ato bikin blog sendiri.. jadi biar seru –saingan bapaknya sama anaknya:mrgreen:

    [nmd]Wah saya bisa kalah pak.. 😦 Wong setiap hari dia selalu punya cerita yang disampaikan secara verbal-lisan. Insya ALLOH sudah saya provokasi untuk nulis…🙂

  3. jangan lupa mas… perhatikan juga pergaulannya… sekarang mungkin masih bisa mengawasinya tapi nanti kalau sudah Smp atau Sma…?
    berat….
    ^_^ 🙂

    [nmd]Kita beri teladan yang baik,..kita beri makan yang halal,…sisanya serahkan pada YANG MAHA KUASA😀

  4. Emm, keluarga pak guruku ini memang salah satu teladan yang baik bwtQ dalam berkeluarga jika nantinya aku sudah di ijinkan oleh ibuku untuk menikah..

    [nmd]Ovit adalah contoh pemuda dengan semangat belajar yang tinggi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s