Naik Sepeda 1

 

Coqi The Basil

Coqi The Basil

Suatu Minggu pagi aku menegur Isyroqi : “Coqi kok nggak pernah latihan naik sepeda lagi?” Isyroqi yang sedang menulis sesuatu di kertas stensil yang memang aku belikan untuk menyalurkan hobinya menulis yang lebih cenderung seperti coretan menjawab dengan enggan :”Enggak pak, malas…”.”Teman-temanmu sudah bisa naik sepeda semua lho nak…bahkan yang lebih kecil dari Coqi…”.”Biarin…..emang seumur Coqi dulu bapak sudah bisa naik sepeda?” Isyroqi berhenti menulis, mendongak menunggu jawabanku.”Belum sich….”.”Umur berapa sich bapak bisa naik sepeda?”dia mengejar.”mmmmhhh…bapak dulu langsung belajar naik motor nak…tapi sebelumnya bapak sempat menyesal nggak bisa naik sepeda…kalau teman-teman bapak rame-rame bersepeda, bapak nggak bisa ikut…Kalau bapak pingin main ke rumah teman bapak harus jalan kaki…”.Isyroqi terdiam memandangku, merenungkan kata-kataku.”Sekarang bapak menderita apa nggak nggak bisa naik sepeda?”dia bertanya lagi. “Enggak sich…”. “Ya udah…”dia meneruskan menulis eh mencoret-coret kertasnya. Aku tidak berani meneruskan pembicaraan, kuambil koran dan berusaha mulai membaca. Untunglah di sekolah Isyroqi pelajaran renang adalah pelajaran wajib.

Malang, Jalan Ikan Tengiri 08, 23 Maret 2006

2 thoughts on “Naik Sepeda 1

  1. hehe… buah jatuh tak jauh dari batangnya ya mas ^_^

    [nmd] Betul mas….😀 😀 Karena itu aku bersemangat harus bisa naik sepeda… Tapi kalau harus belajar renang…😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s