Jakarta 2

Dua minggu di Jakarta, aku ditemani adikku, Faiz. Tidak setiap hari, hanya sesekali. Faiz sedang sibuk berjuang merintis usahanya menembus belantara Jakarta. Suatu tekad yang sangat berani, luar biasa berani. Semangat yang kecil sekali kumiliki, keberanian yang sangat ingin kumiliki.

Aku dan Faiz adik bungsuku terpaut usia 7 tahun. Sehingga aku bisa mengamati perkembangannya sejak dia dilahirkan. Sebagai anak bungsu, sama sekali tidak menunjukkan sikap manja maupun egois. Bahkan diantara kami berempat, dialah yang paling lunak dan keras,lunak hatinya-keras nyalinya. Karena itu saat dia meminta pendapatku untuk keluar dari perusahaannya bekerja dan memutuskan untuk berwirausaha, aku mendukungnya 100%.

Aku pernah tinggal di Jakarta, tetapi tidak membutuhkan nyali atau semangat yang tinggi untuk itu. Karena perusahan yang menempatkanku.Tidak ada persaingan berat ataupun ancaman apapun dalam perusahaanku bila aku kurang bersemangat kerja. Aku tinggal menjalankan apa yang menjadi tugasku. Sedangkan Faiz berani mengambil keputusan (yang sebenarnya bisa dihindari) untuk menghadapi persaingan di ibu kota yang semakin keras dan ketat. Untuk usaha yang baru digelutinya, Faiz harus bersaing dengan ribuan perusahaan yang sebagian besar sudah lebih dulu terjun dalam bidang itu.

Di Jakarta beberapa waktu yang lalu, aku sempat ikut Faiz berkeliling, menjalani sebagian kecil aktifitasnya, yang aku rasakan sebagai suatu kerja keras. Usahanya baru dia jalani selama 2 bulan lebih. Dan dalam dua bulan itu penghasilan yang bisa didapatkannya masih di bawah bilangan lima ratus ribu. Sedangkan sebagai karyawan pada tempat dia bekerja sebelumnya dia bisa mengantongi uang minimal dua juta perbulan. Tapi aku merasakan suatu energi yang luar biasa terpancar dari dirinya. Energi yang berasal dari semangat yang tinggi. Energi yang sangat dibutuhkan untuk mengalahkan Jakarta. Aku sangat bangga pada Faiz. Aku akan mendukungnya semaksimal kemampuanku. Karena apa yang dia lakukan adalah tekad yang juga kumiliki tetapi tak berani kujalani.
Maju terus adikku! Taklukkan keganasan Jakarta!

Jaksa Agung Suprapto 47 Malang, 17 Maret 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s